Sunday

Latihan Soal Uji Kompetensi D3 Farmasi dan Pembahasan Edisi 132

Latihan Soal Uji Kompetensi D3 Farmasi dan Pembahasan Edisi 132


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 132 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Latihan Soal Uji Kompetensi D3 Farmasi dan Pembahasan Edisi 132
Latihan Soal Uji Kompetensi D3 Farmasi dan Pembahasan Edisi 132 ukomfarmasi.blogspot.com

Selamat pagi sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya. Berikut adalah latihan soal uji kompetensi farmasi disertai jawaban terlengkap. Semangat belajar teman-teman sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya


1. Proses pelaporan melalui SIPNAP ...

a. Tiap 1 bulan
b. Tiap 3 bulan
c. Tiap 6 bulan
d. Tiap 1 tahun
e. Tiap 2 tahun 

Jawaban : a. Tiap 1 bulan 
Pembahasan
Pelaporan dilakukan setiap 1 bulan, setiap tanggal 10
Proses pelaporan melalui SIPNAP
Lama Proses pelaporan melalui SIPNAP

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, Dan Prekursor Farmasi



2. Pasien wanita hamil dengan GDS 250 mg/dl, GDP 160 mg/dl, HbA1C 8%, Kolesterol Total 220 mg/dl dan HDL 35 mg/dl didiagnosis menderita DM Tipe 2.. Golongan obat DM apa yg bisa diberikan?

Pembahasan
Untuk wanita hamil, obat yang diberikan yaitu insulin
insulin digunakan pada pasien dengan kondisi
insulin digunakan pada pasien dengan kondisi

Jika dikehendaki  menggunakan  bentuk oral, maka yang direkomendasikan (faktor resiko B untuk ibu hamil) yaitu golongan biguanida, golongan DPP IV inhibitor, Alfa-glucosidaseinhibitor.

Obat oral yang KI  dengan Ibu hamil yaitu: golongan sulfonilurea,  repaglinid, golongan Thiazolidinediones, (Dipiro, 2009)



3. Seorang ibu umur 27 hamil 10 bulan didiagnosis ISK. Demam slm 5 hari, malais, mual,nyeri pinggang.kultur urin menyatakan bakteri e.colli lebih dari 10^5 CFU/ml urin

Antibiotik yg cocok?

A. Doksisiklin 2x
B. Tetrasiklin 2x
C. Cefadroksil 2x
D. Cefiksim 2x
E. Eritromisin 2x

Jawaban : D. Cefiksim 2x
Pembahasan
Doksisiklin dan tetrasiklin tidak dapat diberikan kepada ibu hamil karena memiliki faktor resiko D untuk ibu hamil (DIH).

Penggunaan eritromisin tidak terdapat evidance mengenai penggunaannya untuk pasien ISK yang disebabkn oleh E.colli. Kebanyakan eritromisisn digunakan sebagai  legionnares disease, nongococcal urethritis,, bowel preparation, lymphogranuloma vereneum, pertutsis, gastroparesis (off-label), granuloma inguinale (off-label), dan chancroid (off-label) (Medscape 2016).

Penggunaan cefixim dan cefadroxil memiliki faktor resiko B untuk ibu hamil, dan keduanya dapat digunakan untuk ISK, namun dalam hal ini,  cefixim (sefalosporin generasi 3) lebih efektif unntuk gram negatif seperti e-clli dibandingkan dengan cefadroxil (sefalosporin generasi 1). Selain itu cefixim efektif digunakan untuk ISK tanpa komplikasi (uncomplicated  urinary tract infections) (Medscape, 2016).



4. Seorang Apoteker di rumah sakit akan melakukan pengadaan amoksisilin 500mg. perhitungan jumlah pemakain obat dilihat dari pemakain obat pada bulan sebelumnya.

Metode yang digunakan oleh apoteker tersebut adalah…..

a. Morbiditas
b. Epideomologi
c. Konsumsi
d. ABC
e. VEN

Jawaban : c. Konsumsi



5. Seorang apoteker pemilik apotek ingin membayar pajak apotek yang dimilikinya dengan pembayaran omset final sebesar 1%. Pendapatn rata-rata perbulan 90juta/bulan.

Berapa pajak yang harus dibayarkan oleh apoteker tersebut?

a. 900.000
b. 1.080.000
c. 9juta
d. 10.800.000
e. 90juta

Jawaban : d. 10.800.000
Pembahasan:
Omzet/keuntungan bruto tahun 2015 = 90.000.000 / bulan x 12 bulan = 1.080.000.000
Pajak penghasilan tahun 2015 = 1/100  x 1.080.000.000=10.800.000



Demikianlah artikel dari ukomfarmasi.blogspot.com diatas dengan judul yaitu Soal dan pembahasan UKAI 2021 / 2022 pdf Edisi 131. Semoga apa yang kami berikan dan sampiakan diatas dapat berguna dan juga bermanfaat bagi sahabat ukomapokter farmasi semuanya. Sampai jumpa lagi ya.

Wednesday

Soal dan pembahasan UKAI 2021 / 2022 pdf Edisi 131

Soal dan pembahasan UKAI 2021 / 2022 pdf Edisi 131


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 131 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Soal dan pembahasan UKAI 2021 / 2022 pdf Edisi 131
Soal dan pembahasan UKAI 

Selamat pagi sahabat ukomfarmasi.blogspot.coms emuanya, kembali hadir untuk memberikan latihan soal-soal Uji Kompetensi dan soal sharingan masuk rekrutmen RS. berikut ini terdapat 6 buah soal disertai kunci jawaban dan pembahasannya.


1. Seorang pasien (laki- laki, usia 48 tahun, penderita bronchitis kronis ) menelpon menelpon Apoteker di Apotek pada jam 18.00 untuk meminta saran mengenai tindakan apa yang harus dilakukaknnya karena lupa minum obatnya (kotrimoksazole 960 mg). Obat tersebut rutin diminum pada jam 08.00 dan jam 20.00 pasien lupa minum obat pada pagi hari .

Apakah saran yang tepat diberikan ?

a. Minum obat sebanyak 1 tablet pada saat ini juga 
b. Minum obat sebanyak 2 tablet pada saat ini juga 
c. Meminum obat sebanyak 2 kaplet pada jam 20.00 
d. Tetap meminum obat sebanyak 1 kaplet pada jam 20.00
e. Menghentikan pengobatan dan kembali periksa ke dokter

Jawaban : E. Menghentikan pengobatan dan kembali periksa ke dokter
Pembahasan:
Berdasarkan standar yang ada penggunaan kotrimoksasol untuk pasien dewasa adalah 2 x sehari 2 tablet 480 mg (2 x sehari 960 mg), Frekuensi penggunaan antibiotika berpengaruh terhadap pencapaian kadar terapi obat dalam darah, kurangnya frekuensi penggunaan obat dapat menyebabkan kadar obat dalam darah tidak dapat mencapai kadar rentang terapi, pada akhir nya obat menjadi tidak berkhasiat dan dapat menyebabkan tidak sembuhnya pasien atau sembuh dalam jangka waktu yang lama, bahaya yang cukup besar adalah peningkatan resistensi bakteri terhadap antibakteri tersebut.
sumber : Jurnal Ilmiah Kefarmasian, Vol. 1, No. 1, 2011 : 33 – 41
(http://eprints.uad.ac.id/1426/2/kajianresep-muhlis3-pharmaciana1-1.pdf )



2. Seorang apoteker menyerahkan supplement besi kepada seorang pasien yang di beli secara bebas untuk mengatasi gejala anemia yang di alaminya. Selain menyampaikan informasi aturan pakai obat, apoteker juga memberikan informasi efek samping umum yang biasa terjadi pada pasien akibat kelebihan zat besi di dalam tubuh.

Apakah informasi ESO yang dapat disampaikan?

a. Mual dan muntah
b. Feses berwarna hitam
c. Urin berwarna merah
d. Mengantuk
e. Pusing

Jawaban : b. Feses berwarna hitam
Pembahasan:
ESO obat supplement besi menyebabkan feses menjadi gelap menunjukkan bahwa suplemen zat besi terserap secara efektif sehingga menimbulkan ESO berupa feses berwarna hitam. 
Sumber : MIMS.com



3. Seorang pasien perempuan, usia 68 tahun, baru saja terdiagnosa mengalami depresi sedang di suatu rumah sakit dan saat ini menjalani rawat inap. Apoteker dan dokter berdiskusi untuk menentukan pengobatan pasien pada saat visite diruang rawat inap.

Apakah obat yang tepat direkomendasikan?

a. Bupropion
b. Mirtazapin
c. Venlavfksin HCL
d. Fluoxetin
e. Amitriptilin

Jawaban : d. Fluoxetin
Pembahasan :
First line pasien depresi adalah SSRI, untuk pasien lanjut usia juga menggunakan first line SSRI. Fluoxetin merupakan antidepresan golongan SSRI, sehingga obat yang direkomendasikan adalah golongan SSRI yaitu Fluoxetin.
Sumber : Dipiro edisi 9


4. Seorang pasien, laki-laki, usia 47 tahun, penderita tiroksitosis, tidak mengalami perbaikan gejala dengan antihipertiroid yang diresepkan dokter untuknya. Saat ini, pasien akan menjalani tiroidektomi. Dokter meminta pertimbangan apoteker mengenai obat yang dapat diberikan untuk memperkecil risiko pendarahan sebelum operasi.

Apakah obat yang tepat direkomendasikan?

a. Karbimazol
b. Metimazol
c. Dobutamin
d. Proanolol
e. Larutan lugol

Jawaban : a. Karbimazol
Pembahasan:
antihipertiroid untuk memperikecil perdarahan dengan karbimazol
Karbimazol
Sumber : MIMS.com




5. Seorang apoteker melakukan MESO pada seorang pasien (laki-laki usia 50 tahun, penderita BPH stadium 3 dan HIV) yang rutin menggunakan obat lamivudine, tenofovir, efavirenz, kotrimoksazol tamsulosin 3 bulan terakhir. Apoteker menemukan saat ini pasien sedang mengalami penurunan fungsi ginjal (SrCr 1,7 mg/dL; BUN 130 mg/dL) akibat efek samping obat.

Apakah obat yang dimaksud oleh apoteker tersebut?

a. lamivudine
b. kotrimoksazol
c. tenofovir
d. tamsulosin
e. Efavirenz

Jawaban : c. tenofovir
Pembahasan:
Tenofovir menyebabkan penurunan fungsi ginjal
tenofovir
Tenovir sidoproxil fumarat (distinguising adverse effect renal toxicity)
 


6. Seorang pasien , perempuan usia 24 tahun didiagnosa dokter pada suatu klinik mengalami jerawat komedial non inflamasi. Dokter menerima pertimbangan apoteker untuk pemilihan obat yang tepat untuk pasien tersebut.

Apakah obat lini pertama yang tepat disarankan?

a. Asam retinoat topical
b. Asam azelac krim
c. Benzoil peroksida krim
d. Klindamisin gel
e. Doksisiklin oral

Jawaban : a. Asam retinoat topical
Pembahasan:
Asam retinoat topical
Asam retinoat topical
Comedonal noninflammatory acne.topical retinoid are drugs choice
 



Demikianlah artikel dari ukomfarmasi.blogspot.com diatas dengan judul yaitu Soal dan pembahasan UKAI 2021 / 2022 pdf Edisi 131. Semoga apa yang kami berikan dan sampiakan diatas dapat berguna dan juga bermanfaat bagi sahabat ukomapokter farmasi semuanya. Sampai jumpa lagi ya.

Friday

Latihan Soal UKOM Apoteker Update 2020 / 2021 Edisi 130

Latihan Soal UKOM Apoteker Update 2020 / 2021 Edisi 130


Hai sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya, kembali lagi mimin akan sharing dan update ilmu latihan soal-soal Farmasi untuk teman-teman sahabat semuanya


Latihan Soal UKOM Apoteker Update 2020 / 2021 Edisi 130
latihan UKOM Apoteker Indonesia

Berikut ini terdapat 7 buah latihan soal Farmasi Pilihan Ganda disertai kunci jawabannya. Semangat belajar ya teman-teman


1. Seorang pasien ibu hamil (24 tahun, TB : 165 cm; BB: 43 kg) didiagnosis diabetes melitus sejak 3 bulan awal kehamilannya. Pasien ini sering datang ke klinik untuk mengecek kadar gula darahnya. Diketahui hasil pemeriksaan laboratorium terbaru miliknya, GDS = 300 mg/dl; GDP = 200 mg/dl; OGTT= 320 mg/dl; HbA1C=10 Selain itu, pasien mengeluhkan sering berkemih dan sering makan tetapi berabadannya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Riwayat penyakit keluarga ayah mengalami diabetes melitus tipe 1. Pasien ini merupakan anak tunggalDiketahui bahwa pasien ini selalu menjaga pola makannya (diet) dikarenakan pekerjaannya sebagai model, tidak mengonsumsi alkohol maupun merokokPasien telah mengonsumsi Metformin 500 mg tablet 2x sehari selama 1 bulan dan mengeluhkan tidak ada penurunan kadar gula darahnya. Selain itu, pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman pada perutnya selama mengonsumsi MetforminOleh karena itu, pasien datang ke apotek bermaksud untuk mengganti sendirobatnya tanpa sepengetahuan dokter.

Sebagai apoteker, apakah yang akan anda lakukan?

A. Menyuruh pasien tersebut ke dokter tanpa memberikan pengarahan pada pasien tersebut
B. Mengikuti kehendak pasien dengan memberikan insulin berdasarkan kasus datas tanpa mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
C. Mengajak pasien berkonsultasi dengan dokter, kemudian menyarankanan kepada dokter untuk mengganti obat yang digunakan pasien disertai dengan alasan penggantian obat yang jelas dan tepat
D. Meyakinkan pasien untuk tidak mengganti obat

Jawaban : C. Mengajak pasien berkonsultasi dengan dokter, kemudian menyarankanan kepada dokter untuk mengganti obat yang digunakan pasien disertai dengan alasan penggantian obat yang jelas dan tepat



2. Seorang pasien HIV/AIDS dengan inisial A (27 th), TB 165 cm dan BB 49 kg, datang berobat ke RS. Ia mengeluhkan hepatitis yang dideritanya kini bertambah parah. Sebelumnya ia telah mengonsumsi Ritonavir 600 mg 2 kali sehari sejak 1 minggu yang lalu.

Jika obat tersebut harus diganti, manakah di antara obat berikut yang kurang memiliki resiko untuk memperparah hepatitis pasien?

A. Nevirapine
B. Indinavir
C. Lamivudine
D. Zidovudine

Jawaban : B. Indinavir



3. Diza, perempuan berumur 15 tahun, 42 kg. Dia mengalami batuk, sesak dada, sesak napas dan mengi setiap hari. Selain itu juga terbangun pada malam hari 1x setiap minggu. Dia memiliki riwayat keluarga penyakit asma. Diza didiagnosa moderate asma persistent.

Terapi farmakologi apakah untuk penyakit Diza?

A. Budenoside 200mcg bid, theophyline 150mg bid
B. Budenoside 400mcg qid, theophyline 150mg bid
C. Budenoside 200mcg bid, theophyline 300mg bid
D. Budenoside 400mcg qid, theophyline 300mg bid

Jawaban : A. Budenoside 200mcg bid, theophyline 150mg bid



4. Pasien laki-laki, usia 40 tahun menderita hipertensi dengan tekanan darah 150/95 mmHg, diterapi dengan kombinasi Propanolol dan Kaptopril. Pasien mengeluh terjadinya sesak nafas setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut. Dokter kemudian memutuskan menghentikan penggunaan Propanolol secara berhati-hati dan bertahap.

Menurut saudara, mengapa dokter melakukan hal tersebut?

A. Mencegah terjadinya efek samping obat
B. Mencegah terjadi efek rebound dari obat dari obat
C. Mencegah terjadinya penurunan tekanan darah
D. Mencegah terjadinya bronkokonstriksi
E. Mencegah terjadinya hipoglikemia

Jawaban : B. Mencegah terjadi efek rebound dari obat dari obat



5. Seorang pasien laki-laki berumur (45 tahun) telah didiagnosa menderita chronic kidney disease dan diabetes. Setelah pemeriksaan tekanan darah hasilnya menunjukkan bahwa pasien tersebut mengalami hipertensi (170/95 mmHg).

Terapi apa yang anda rekomendasikan untuk pasien dengan keadaan seperti diatas?

A. Lisinopril
B. Spironolakton
C. Propranolol
D. Indapamide
E. Furosemid

Jawaban : A. Lisinopril



6. Seorang anak berumur 5 tahun (Berat badan 15 kg) menderita epilepsi dan diberikan oleh dokter Fenitoin Suspensi (25 mg/ 5ml) dengan dosis 5 mg/kg 2 kali sehari.

Berapa jumlah (ml) yang diminum dalam sehari oleh anak tersebut?

A. 15 ml
B. 25 ml
C. 20 ml
D. 30 ml
E. 35 ml 

Jawaban : D. 30 ml



7. Seorang Ibu muda datang ke sebuah klinik, ia mengeluhkan nyeri saat buang air kecil sejak seminggu yang lalu. Gejala lain yang dialami adalah demam, menggigil, nyeri pada pinggang, mual dan terkadang muntah. Ia juga memberitahukan kepada dokter bahwa ia menggunakan diafragma atau spermasida sebagai metode kontrasepsinya. Dari hasil pemeriksaan mikroskopik urinnya nampak keruh dan terdapat bercak darah dan pada pemeriksaan penunjang diperoleh kadar nitrit (+) dan leukosit (+) pada urinnya. Dokter menyimpulkan bahwa Ibu muda ini terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Menurut anda terapi antibiotik apa yang t epat untuk Ibu muda tersebut?

a. Cifrofloxaxin 250 mg 2 kali sehari selama 3 hari
b. Cifrofloxaxin 500 mg 2 kali sehari selama 14 hari
c. Cifrofloxaxin 500 mg sekali sehari selama 14 hari
d. Levofloxaxin 500 mg 2 kali sehari 7 hari

Jawaban : b. Cifrofloxaxin 500 mg 2 kali sehari selama 14 hari



Demikianlah artikel dari ukomfarmasi.blogspot.com diatas dengan judul yaitu Latihan Soal UKOM Apoteker Update 2020 / 2021 Edisi 130. Semoga apa yang kami berikan dan sampiakan diatas dapat berguna dan juga bermanfaat bagi sahabat ukomapokter farmasi semuanya. Sampai jumpa lagi ya.

Monday

Contoh Soal Essay Ujian Apoteker dan Jawaban Edisi 129

Contoh Soal Essay Ujian Ahi Farmasi dan Jawaban Edisi 129


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 129 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Contoh Soal Essay Ujian Apoteker dan Jawaban Edisi 129

Hai sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuaya, bertemu kembali dengan kami ya, ini adalah edisi 129 khusus membahas tentang 1 buah soal kasus Farmasi yang ditangani oleh seorang Ahli Apoteker, selamat belajar


Soal Kasus
Bp SMS (60 tahun) pensiunan karyawan pabrik semen, diantar keluarganya ke RS dengan keluhan sesak nafas 4 hari yang lalu. Beberapa minggu lalu dia pernah mengalami sesak nafas, tapi dapat terkontrol dengan Combivent inhaler. Namun 4 hari terakhir ini, gangguan sesak nafasnya meningkat sehingga sering menggunakan Combivent dibanding biasanya, dan disertai batuk-batuk pada malam hari. Batuknya berdahak diserti dahak kental berwarna hijau kekuningan.Badannya demam.

Riwayat penyakit sebelumnya:
Bp SMS didiagnosis PPOK 3 tahun yang lalu. Dia juga punya penyakit arthritis sejak 2 tahun yang lalu, yang diobati dengan cataflam 50 mg BID secar rutin. Gangguan sendinya cukup menyulitkan koordinasi tangannya ketika menggunakan inhaler.Ia juga tidak begitu patuh menggunakn Combivent inhalernya karena katanya hal itu menyebabkan pandangan matanya kabur.

Riwayat sosial: Merokok sejak 18 tahun, 1 pak sehari Sejak 3 tahun lalu sudah banyak Berkurang tapi masih tetep merokok.

Diagnosis: dari berbagai pemeriksan dan test fungsi paru, Bp SMS didiagnosis eksaserbasi akut PPOK (derajat 3).




Pertanyaan
  1. Bagaimana tata laksana terapi;
  2. Pilihan obat;
  3. Alasan pemilihan Obat; Regimen terapi;
  4. Terapi non-frmakologi;
  5. Pemantauan apa yang perlu dilakukan dan informasi yang perlu diberikan mengenai penggunan obat?

Jawab :

  1. Terapi Farmakologis yang diberikan yaitu :
    1. Combivent: mengandung Ipatoprium Bromida dan Salbutamol.
    2. Cataflam: Kalium dikofenak.

    Tata laksana terapi Terapi non farmakologis

    • Diawali dengan assesment dan pemantauan penyakit pasien yang meliputi: Bagaimana paparan terhadap faktor resiko, termasuk intensitas dan durasinya. Seperti apa riwayat kesehatannya, seperti asma, alergi, sinusitis, polip hidung, infeksi saluran pernafasan, atau penyakit paru lainnya. Apakah ada riwayat keluarga PPOK dan penyakit paru kronis lainnya. Seperti apa pola perkembangan gejalanya. Seperti apa riwayat eksaserbasi atau perawatan RS sebelumnya. Dan bagaimana cara menggunakan obat sebelumnya. Apapakah ada penyakit penyerta seperti jantung atau rematik yang memungkinkan mempengaruhi aktivitasnya.
    • Mengurangi faktor resiko (berarti mau tidak mau harus berhenti merokok).
    • Rehabilitasi paru-paru secara komprehensif termasuk fisioterapi, latihan pernafasan, latihan relaksasi, perkusi dada dan drainase postural, mengoptimalkan perawatan medis, mendukung secara psikosis dan memberikan edukasi kesehatan.
    • Hidrasi secukupnya (minum air yang cukup: 8 – 10 gelas sehari). Menghindari susu sebab dapat menyebabkan sekresi bronkus meningkat.
    • Nutrisi yang tepat, yaitu diet kaya protein dan mencegah makanan berat menjelang tidur. Terapi Farmakologi Karena pasien didiagnosa PPOK derajat 3, maka pemberian obat yang digunakan adalah kortikosteroid dan bronkodilator. Selain itu, direkomendasikan pula untuk pemberian antibiotik karena ada infeksi bakteri yang ditandai dengan batuk berdahak diserti dahak kental berwarna hijau kekuningan dan badannya demam. Pada pasien dengan PPOK stage 3 terapi farmakologi dengan satu atau lebih bronkodilator aksi panjang dan tambahkan inhalasi kortikosteroid dengan sistem STEP-WISE THERAPHY. Pada pasien, antibiotik juga perlu direkomendasikan karena ada gejala infeksi. Penggantian bronkodilator ke teofilin tidak bisa dilakukan begitu saja. Harus dipastikan mengapa bronkodilator tidak efektif. Apakah karena cara penggunaan atau karena memang sudah tidak efektif.... dari kasus, bronkodilator kurang efektif karena pasien tidak patuh dan tidak benar bagaimana cara penggunaan obatnya...(perlu konselingkan akan pentingnya kepatuhan dan pemakaian yang benar. Bila pasien tetap sukar maka dapat ditambahkan terapi dengan metilxantin seperti teofilin dan aminofilin. Namun pemakaian metilxantin secara tunggal tidak terbukti efektif sehingga tetap lebih baik bila dikombinasikan dengan bronkodilator yang lain seperti β2 agonis yaitu salmeterol atau salbutamol).

  2. Alasan pemilihan obat Kortikosteroid mempunyai mekanisme kerja sebagai antiinflamasi dan mempunyai keuntungan pada penanganan PPOK: yaitu mereduksi permeabilitas kapiler untuk mengurangi mukus, menghambat pelepasan enzim proteolitik dari leukosit dan menghambat prostaglandin. Penggunaan bronkodilator yaitu teofilin karena penggunaan ipatoprium dan inhaled beta- 2 agnoist tidak memberikan respon klinik yang optimal. Dengan toefilin sustained-release dapat meningkatkan kepatuhan pasien dan mencapai kadar serum yang lebih konsisten. Antibiotik perlu diberikan pada paling tidak dua atau tiga gejala yang menyertai, seperti: meningkatnya dyspnea, meningkatnya volume sputum, dan peningkatan purulensi sputum. Pemberian antibiotik karena pada pasien PPOK severe biasanya terjadi komplikasi berupa infeksi pernafasan (terutama ISPA) apalagi pasien juga menunjukkan terjadinya infeksi.

  3. Regiment terapi Digunakan glukokortikoid yang aksi cepat/aksi menengah dosis efektif serendah mungkin (Prednisolon 7,5 mg per hari). Dosis seharusnya diberikan sekali tiap hari di pagi hari untuk me-mimic variasi diurnal normal dari sekresi kortisol endogen. Untuk terapi pemeliharaan, teofilin digunakan dengan dosis awal 200 mg 2 x sehari dan dititrasi meningkat dalam 3 – 5 hari, sampai dicapai dosis lazimnya antara 400 – 900 mg sehari. Terapi antibiotik dimulai dalam 24 jam setelah gejala terlihat untuk mencegah percepatan penurunan fungsi paru-paru karena iritasi dan sumbatan mukus karena adanya proses infeksi. Pemberian antibiotik selam 7 – 10 hari. Perlu dicek juga patogen penyebab yang mungkin menginfeksi dengan tes sputum. Kalo dilihat dari karakteristik pasien sih, kayaknya cocok kalo dikasi co-amoxiclav. Untuk pasien PPOK dengan risk factors dengan poor outcome maka guideline merekomendasikan penggunaan regimen antibiotik broad spectrum seperti kombinasi inhibitor β-lactam (contoh: amoksiklav), kuinolon atau sefalosforin generasi 2 atau 3.

  4. Evaluasi dan pemantauan Terapi Pada PPOK stabil kronis, perlu dilakukan tes fungsi paru secara periodik untuk mengetahui pengaruh perubahan terapi atau penghentian suatu terapi. Selain itu, juga dipantau skor dispneu, kualitas hidup, frekuensi eksaserbasi. Sedangkan untuk eksaserabasi akut, perlu dilakukan evaluasi terhadap hitung leukosit, tanda vital, rontgen dada, dan perubahan dalam frekuensi dispneu, volume sputum, dan purulensi sputum selama terapi eksaserbasi berlangsung. Pada eksaserbasi yang lebih berat, analisa saturasi oksigen dan gas darah harus dilakukan.

  5. Informasi yang perlu diberikan mengenai obatnya Obat harus diminum secara teratur. Untuk yang antibiotik, minumnya harus sampai habis. Untuk obat bentuk sustain release, tidak boleh digerus atau dibelah, minumnya langsung ditelan saat perut kosong (1 jam sebelum makan).



Sumber : Kumpulan Soal UKAI Lengkap

Baiklah teman-teman sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya, mungkin cukup sekian dulu pertemuan kita kali ini. Semoga artikel kami dengan judul Contoh Soal Essay Ujian Apoteker dan Jawaban Edisi 129 dapat berguna dan juga membatu teman-teman semua dalam proses belajar mengajar dan berlatih Uji Kompetensi maupun Latihan Soal Kredensial Apoteker dan Rekrutmen Tenaga Apoteker di Instansi Kesehatan seperti Rumah Sakit. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi ya sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya.

Thursday

Soal UKAI Farmasi disertai Jawaban Tahun 2020 / 2021 Edisi 128

Soal UKAI Farmasi disertai Jawaban Tahun 2020 / 2021 Edisi 128


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 128 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Soal UKAI Farmasi disertai Jawaban Tahun 2020 / 2021 Edisi 128

Hai semuanya, untuk kesekian kalinnya kami hadir untuk teman-teman semuanya dalam rangka memyajikan latihan soal-soal Uji Kompetensi Apokeker Indonesia atau serring disingkat UKAI. Berikut ini edisi ke 128 kami soal disertai kunci jawabannya. Semanag belajar ya


1. Seorang wanita ke apotek menanyakan tentang pil kb yg berisi Etinilestradiol dan Levonogestrel kepada apoteker. Pil tersebut terdiri atas 21 pil aktif dan 7 pil plasebo.

Informasi apa yg harus diberikan oleh apoteker apabila pasien lupa meminum pilnya dalam waktu kurang dari 12 jam?

a. Meminum segera pil kb nya ketika teringat
b. Meminum segera 2 pil sekaligus
c. Membuang 1 pil dan meminum yang lain
d. Membutuhkan kontrasepsi tambahan

Jawaban : a. Meminum segera pil kb nya ketika teringat

Pembahasan :
  1. Lupa minum 1 pil: minum pil yang terlupa segera setelah teringat, dan minum pil berikutnya sesuai jadwal. Contoh: pasien terbiasa minum pil jam 9 malam, dan baru teringat jam 7 pagi keesokan harinya. Maka dianjurkan segera minum pil yang terlupa pada jam 7 pagi, dan pada jam 9 malam minum pil seperti biasa.
  2. Lupa minum 2 pil: minum 2 pil yang terlupa segera setelah teringat, dan hari berikutnya minum 2 pil lagi. Selanjutnya minum pil sesuai jadwal. Contoh: pasien terlupa minum pil pada hari Kamis dan Jum’at. Maka pada hari Sabtu saat teringat, dianjurkan untuk segera minum 2 pil jatah hari Kamis dan Jumat. Pada hari Minggu, sesuai jadwal, minum 2 pil jatah hari Sabtu dan Minggu. Hari Senin dan seterusnya minum pil seperti biasa. Jika pasien melakukan hubungan seksual dalam waktu 7 hari setelah terlupa minum pil, jangan lupa menggunakan kondom
  3. Lupa minum 1 atau 2 pil pada saat sisa pil pada kemasan tablet kurang dari 7: minum pil yang terlupa segera setelah teringat, selanjutnya dianjurkan minum pil seperti biasa, tetapi pada saat pil di kemasan tersebut habis:
    1. Jika pasien minum pil kemasan 21: segera lanjutkan minum pil dari kemasan baru tanpa jeda 7 hari 
    2. Jika pasien minum pil kemasan 28: buang 7 pil pertama yang pada bagian belakang kemasannya diarsir dari kemasan baru dan lanjutkan minum pil yang bagian belakang kemasannya tidak diarsir dari kemasan baru.
    3. Jika melakukan hubungan seks dalam waktu 7 hari setelah terlupa minum pil, dianjurkan jangan lupa gunakan kondom. (InfoPOM) 


2. Seorang laki laki didiagnosa mengalami hipertensi dengan td 155/80 mmHg. Dia diberikan obat Kaptopril 2dd1.

Informasi apa yang diberikan terkait kaptoprilnya?

a. Dimakan 1 jam setelah makan
b. Dimakan 1 jam sebelum makan
c. Dimakan bersama makan
d. Dimakan segera setelah makan
e. Dimakan segera sebelum makan

Jawaban : b. Dimakan 1 jam sebelum makan

Penjelasan:
Menurut DIH 17th Ed. Bahwa captopril digunakan ketika perut kosong yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan, ini disebabkan makanan dapat menurunkan konsentrasi serum dari captopril.




3. Suatu industri farmasi membuat tablet effervescence. Diatur kelembapan 50% dan suhu 25 derajat. Saat tablet dicetak, ternyata ada yang menempel dicetakannya. Tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap masalah tersebut?

a. Menambahkan bahan pelincir
b. Menurunkan kelembaban
c. Menambahkan bahan pengisi
d. Menambahkan bahan antiadheren

Jawaban : d. Menambahkan bahan antiadheren



4. Sebuah pabrik akan memproduksi sediaan suspensi. Untuk menguji disolusi yang telah di sesuaikan dengan FI V.

Sebutkan metode yang digunakan?

A. Dayung
B. Basket
C. Flow
D. Cell
E. keranjang

Jawaban : A. Dayung
Pembahasan:
Di soal tidak disebutkan jenis sediaan suspensi yang akan diproduksi sehingga tidak ada monografi obat yang dapat menjadi acuan. Akan tetapi, uji disolusi yang dilakukan untuk beberapa sediaan oral di dalam FI V seluruhnya menggunakan metode dayung. Dengan demikian, metode uji disolusi yang dapat dilakukan oleh pabrik tersebut adalah metode dayung.


Sumber : Kumpulan Soal UKAI Lengkap

Baiklah teman-teman sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya, mungkin cukup sekian dulu pertemuan kita kali ini. Semoga artikel kami dengan judul Contoh Latihan Soal UKAI Beserta Jawaban pdf Edisi 126 dapat bermanfaat dan juga membatu teman-teman semua dalam prses belajar dan berlatih Uji Kompetensi maupun Latihan Soal Kredensial Apoteker dan Rekrutmen Tenaga Apoteker di Instansi Kesehatan seperti Rumah Sakit. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi ya.

Monday

Contoh UKAI pdf Lengkap dengan Pembahasan Edisi 127

Contoh UKAI pdf Lengkap dengan Pembahasan Edisi 127


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 127 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Contoh UKAI pdf Lengkap dengan Pembahasan Edisi 127

Hai sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya. Kembali lagi kami hadir untuk memberikan latihan soal-soal Uji Kompetensi dan Uji Rekrutment untuk sahabat Apoteker Indonesia semuanya


1. Yang termasuk persyaratan Administratif adalah

A. Nama dan umur pasien
B. Kekuatan sediaan
C. Nama dan jumlah obat
D. Interaksi obat
E. Cara pemakaian

Jawaban : A. Nama dan umur pasien
Pembahasan
Berdasarkan PMK No. 35 tahun 2015 tentang standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, kajian Administratif yaitu:
standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, kajian Administratif Berdasarkan PMK No. 35 tahun 2015




2. Rumah sakit yang memiliki bed 150, hanya memiliki 1 apoteker. Akhirnya banyak obat yang ED, contohnya amlodipin 10 mg/tab, berdasarkan PMK no 58 tahun 2014 apoteker harus berjumlah berapa??

a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6

Jawaban : d. 5
Pembahasan:
Berdasarkan PMK No. 58 tahun 2014 perhitungan beban kerja pada pelayanan keefarmasian di rawat inap yang meliputi pelayanan manajerial dan farmasi klinik dibutuhkan tenaga apoteker dengan rasio 1 Apoteker untuk 30 pasien. Maka dari itu untuk 150 bed dengan asumsi 150 pasien rawat inap dibutuhkan 150 : 30 = 5 apoteker




3. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke RS dengan keluhan diare berat, konsistensi cair seperti air cucian beras, muntah, hipotensi, dehidrasi. Hasil kultur tinja menyatakan adanya bakteri vibrio kholera. Apakah antibiotik yang tepat untuk pasien ?

a) Metronidazol
b) Doksisiklin
c) Seftriaxon
d) Amoxicilin
e) Eritromisin

Jawaban : b) Doksisiklin
Pembahasan :
The Clinical Use Of Drugs

Reference: Applied Therapeutics: The Clinical Use Of Drugs, 9th Edition. Editors: Koda-Kimble, Mary Anne; Young, Lloyd Yee; Alldredge, Brian K.; Corelli, Robin L.; Guglielmo, B. Joseph; Kradjan, Wayne A.; Williams, Bradley R
Guidelines for Cholera Treatment with Antibiotics
Reference: Guidelines for Cholera Treatment with Antibiotics “CDC (Centers for Disease Control and Prevention)”



4. Seorang ibu datang ke apotek bertanya tentang kondisi gigi anaknya usia 10 tahun yang berwarna kecolatan. Saat balita, anak beberapa kali mendapat antibiotik. Antibiotik apa yang menimbulkan masalah tersebut ?

a) Eritromisin
b) Ampisilin
c) Klindamisin
d) Tetrasiklin
e) Sefixim

Jawaban : d) Tetrasiklin
Pembahasan :
  • Tetrasiklin merupakan antibiotik dengan spektrum yang luas karena dapat menginhibisi berbagai macam bakteri. Konsumsi antibiotik tetrasiklin selama masa pertumbuhan gigi hingga usia 8 tahun telah diketahui bisa membuat gigi anak mengalami perubahan warna menjadi kuning, coklat, atau bahkan hitam yang bersifat permanen. (Dipiro Ed 9)


Sumber : Kumpulan Soal UKAI Lengkap

Baiklah teman-teman sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya, mungkin cukup sekian dulu pertemuan kita kali ini. Semoga artikel kami dengan judul Contoh Latihan Soal UKAI Beserta Jawaban pdf Edisi 126 dapat bermanfaat dan juga membatu teman-teman semua dalam prses belajar dan berlatih Uji Kompetensi maupun Latihan Soal Kredensial Apoteker dan Rekrutmen Tenaga Apoteker di Instansi Kesehatan seperti Rumah Sakit. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi ya.

Thursday

Contoh Latihan Soal UKAI Beserta Jawaban pdf Edisi 126

Contoh Latihan Soal UKAI Beserta Jawaban pdf Edisi 126


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 126 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Contoh Latihan Soal UKAI Beserta Jawaban pdf Edisi 126

Hai sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya. Kali ini kami kembali hadir untuk memberikan latihan soal-soal untuk teman-teman semuanya. Berikut ini kami telah menyiapkan contoh latihan soal spesial UKAI Apoteker disertai jawaban yang terdiri dari 4 buah soal. Selamat belajar ya


1. Industri farmasi akan melakukan uji stabilitas percepatan pada tablet ondansentron. Dalam hal ini akan di lakukan 3 kali pengambilan sampe.

Sebutkan kondisi tersebut

a. 25 derajat celcius RH 75%
b. 30 derajat celcius RH 75%
c. 35 derajat celcius RH 75%
d. 40 derajat celcius RH 75%

Jawaban : e. 45 derajat celcius RH 75%



2. Amoksisilin injeksi pada literatur 20mg/mL dgn dosis terbagi setiap 8 jam. yang tersedia 50mg/mL.

Berapa mL pemberian setiap kalinya ?

a. 0,1 mL
b. 0,5 mL
c. 1,0 mL
d. 1,5 mL
e. 2,0 mL

Jawaban : e. 2,0 mL
Pembahasan :
  • *asumsi berdasarkan logika yg jawab, Pada pemberian obat dosis terbagi, jumlah obat yang masuk tiap jam harusnya tetap, supaya konsentrasi dlm tubuh tetap. Jadi kalo menganggap volume injeksi 5 mL, perhitungan jadi: 20 mg/mL.5 mL = 50 mg/mL.X (Rumus M1V1=M2V2) => X = 2 mL* 




3. Pasien wanita 35tahun, hamil 10minggu, didiagnosa hipertiroid. Dokter memberikan
intervensi terapi untuk kondisi pasien tersebut. Terapi apakah yang tepat?
a. Kalium iodida
b. Metimazole (TRISEMESTER 3)
c. Propiltiourasil *first line therapy (TRISEMESTER 1)
d. Radioaktif iodin
e. Pembedahan.

Jawaban : c. Propiltiourasil



4. Sebuah industri farmasi akan memproduksi obat tifoid untuk anak-anak dengan bahan aktif kloramfenikol (125 mg tiap pemberian). Diketahui kloramfenikol sukar larut dalam air, rasa sangat pahit, kloramfenikol palmitat praktis tidak larut air, rasa agak pahit.

Bentuk sediaan apakah yang tepat?

A. Kapsul kloramfenikol
B. Kapsul kloramfenikol palmitat
C. Kaplet salut selaput
D. Suspensi kloramfenikol
E. Suspensi kloramfenikol palmitat

Jawaban : E. Suspensi kloramfenikol palmitat
Pembahasan :
  • Solusi: karena buat anak2, mending suspensi aja. Untuk pemilihan bentuk zat, karena suspensi sekalian bikin nggak larut sama sekali, pake bentuk zat yg paling ga larut.


Sumber : Kumpulan Soal UKAI Lengkap

Baiklah teman-teman sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya, mungkin cukup sekian dulu pertemuan kita kali ini. Semoga artikel kami dengan judul Contoh Latihan Soal UKAI Beserta Jawaban pdf Edisi 126 dapat bermanfaat dan juga membatu teman-teman semua dalam prses belajar dan berlatih Uji Kompetensi maupun Latihan Soal Kredensial Apoteker dan Rekrutmen Tenaga Apoteker di Instansi Kesehatan seperti Rumah Sakit. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi ya.

Soal UKOM Apoteker Beserta Jawaban dan Rasional Pembahasan Edisi 125

Soal UKOM Apoteker Beserta Jawaban dan Rasional Pembahasan Edisi 125


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 125 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Soal UKOM Apoteker Beserta Jawaban dan Rasional Pembahasan Edisi 125

Halo semuanya, kembali lagi ukomfarmasi.blogspot.com hadir untuk memberikan sebuah latihan soal-soal kepada teman-teman semuanya disini. Berikut ini kami telah menyiapkan sebuah latihan soal yang disertai kunci jawaban beserta pembahasan terdiri dari 4 soal edisi ke 125. Semangatt belajar ya teman-teman Farmasi Apoteker Indoneisa, semoga Kompeten semuanya


1. Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang melakukan uji waktu hancur suppositoria bisakodil dengan basis oleoum cacao. Suppositoria dimasukkan kedalam cakram dan ditematkan ke dalam tabung transparan yang telah berisi air sebanyak 4 L dengan suhu tertentu. Berapakah suhu air yang digunakan untuk pengujian tersebut ?

a. 25º C
b. 27º C
c. 28º C
d. 34º C
e. 37º C

Jawaban : e. 37º C
Pembahasan :
  • Uji titik lebur : Uji ini dilakukan sebagai simulasi untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan sediaan supositoria yang dibuat melebur dalam tubuh. Dilakukan dengan cara menyiapkan air dengan suhu ±37°C. Kemudian dimasukkan supositoria ke dalam air dan diamati waktu leburnya. Untuk basis oleum cacao dingin persyaratan leburnya adalah 3 menit, sedangkan untuk PEG 1000 adalah 15 menit. ( menurut FI edisi IV )



2. Seorang apoteker di suatu rumah sakit sedang membandingkan 2 buah analgetik yang akan digunakan sebagai pereda nyeri pasca stroke. Apoteker tersebut menggunakan kulsioner untuk menilai kualitas hidup pasien paska stroke dengan ukuran Quality adjusted life year. Apakah metode farmakoekonomi yang tepat digunakan oleh apoteker tersebut ?

a. Cost Quality Analysis
b. Cost Benefit Analysis
c. Cost Utitity Analysis
d. Cost Effectiveness Analysis
e. Cost Minimazation Analysis

Jawaban : c. Cost Utitity Analysis
Pembahasan :
  • Analisis utilitas-biaya (AUB—cost-utility analysis, CUA) adalah teknik analisis ekonomi untuk menilai “utilitas (daya guna)” atau kepuasan atas kualitas hidup yang diperoleh dari suatu intervensi kesehatan. Kegunaan diukur dalam jumlah tahun dalam keadaan sehat sempurna, bebas dari kecacatan, yang dapat dinikmati umumnya diekspresikan dalam quality adjusted life years (QALY), atau ‘jumlah tahun berkualitas yang disesuaikan’. (pedoman penereapan kajian farmakoekonomi, kemenkes RI 2013)




3. Seorang apoteker penanggung jawab di suatu PBF menyediakan obat – obat kardiovaskuler dan memiliki data biaya operasional sebagai berikut :
  • Biaya tetap  : Rp 30 juta / bulan 
  • Biaya Variabel : Rp 90 juta / bulan 
Target omset penjualan adalah sebesar 150 juta / bulan. Berapakah BEP yang tepat ditetapkan oleh apoteker tersebut ?

a. Rp 60 juta / bulan
b. Rp 75 juta / bulan
c. Rp 90 juta / bulan
d. Rp 120 juta / bulan
e. Rp 150 juta / bulan

Jawaban : b. Rp 75 juta / bulan
Pembahasan :
Perhitungan BEP ( Break Even Point ) :
BEP = Biaya Tetap / (1-( Total Biaya Variabel / Total omset Penjualan )
= 30.000.000 / (1-(90.000.000/150.000.000)
= 30.000.000/(1-(0,6)
= 30.000.000/0,4
= 75.000.000
(Menurut Carter Usry (2004:43)



4. Seorang pasien datang ke apotek membawa kopi resep yang berisi obat sebagai berikut:
R/ glimepirid 2 mg No. XXX det. XV
S1 dd
R/ metformin 500 mg No. XC det. XLV
S 1 dd

Pasien ingin menebus semua sisa obat tersebut, harga masing- masing obat adalah glimepirid Rp. 1.000/ tablet dan metformin Rp. 1.000 , jasa pelayanan Rp. 5.000 dan ebalase Rp. 2.000. Berapakah total harga yang harus dibayar pasien?

a. Rp. 60.000
b. Rp. 67.000
c. Rp. 70.000
d. Rp. 75.000
e. Rp. 87.000

Jawaban : b. Rp. 67.000
Pembahasan :
  • Glimepirid XXX=30 diambil XV=15 tablet
  • Metformin XC=90 diambil XLV=45 tablet
Rumus • HJA = HNA + E + T

Keterangan:
  • HJA = Harga Jual Apotek 
  • HNA= Harga Neto Apotek yaitu harga jual termasuk ppn
  • E = embalase ( harga wadah pembungkus obat dan peralatan lainnya,misalnya plastik)
  • T = tuslah ( besaran balas jas pelayanan farmasi)
Sehingga,
=(15x1.000) + (45x1.000) + 2.000 + 5.000
= 67.000
Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan Nomer 98 Tahun 2015 Tentang Pemberian Informasi Harga Enceran Tertinggi Obat
(http://farmalkes.kemkes.go.id/2016/02/pmk-nomer-98-tahun-2015/ )


Sumber : Kumpulan Soal UKAI Lengkap

Baiklah teman-teman sahabat ukomfarmasi.blogspot.com semuanya, mungkin cukup sekian dulu pertemuan kita kali ini. Semoga artikel kami dengan judul Soal UKOM Apoteker Beserta Jawaban dan Rasional Pembahasan Edisi 125 dapat bermanfaat dan juga membatu teman-teman semua dalam prses belajar dan berlatih Uji Kompetensi maupun Latihan Soal Kredensial Apoteker dan Rekrutmen Tenaga Apoteker di Instansi Kesehatan seperti Rumah Sakit. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi ya.

Wednesday

Latihan Soal UKOM UKAI Apoteker Edisi 124

Latihan Soal UKOM UKAI Apoteker Edisi 124


Dibawah ini merupakan contoh soal Uji Kompetensi (UKOM) Farmasi / UKAI Edisi Ke 124 Beserta Kunci Jawabannya lengkap


Latihan Soal UKOM UKAI Apoteker Edisi 124

Hai sahabat ukomfarmasi.blgospot.com semuanya yang ada di Dunia dandi Indonesia. Berikut ini ukomfarmasi akan menyajikan sebuah latihan soal Uji Kompetensi Apokter Indonesia yang terdiri dari 5 buah soal disertai jawaban. Selamat belajar yaa


1. Seorang anak usia 7 tahun.masuk ke rumah sakit dengan keluhan demam tinggi diikuti dengan penurunan nafsu makan. Anak tersebut didiagnosa dokter demam tyfoid. Berdasarkan diagnosa tersebut obat apa yg tepat untuk mengatasinya?

a. Streptomycin
b. Eritromicyn
c. Ciprofloxacin
d. Streptosazin
e. Tetrasiklin

Jawaban : c. Ciprofloxacin



2. Suatu perusahaan swasta (UMOT)usaha mikro obat tradisional membuat obat batuk herbal dengan komposisi ekstrak jahe. Ekstrak jeruk nipis madu. Kalimat yang cocok untuk di tulis pda kemasan adalah…

a. Untuk mengobati batuk
b. Untuk menekan dahak
c. Untuk mengobati batuk kering
d. Untuk meredakan batuk

Jawaban : d. Untuk meredakan batuk



3. Seorang apoteker yang bertanggung jawab diapotek membeli tablet dari distributor 1000/tablet sudah termasuk PPN. Dan apotek menjual dengan harga 1250/tablet. Berapa % keuntungan yang diperoleh?

a. 10%
b. 20%
c. 30%
d. 40%
e. 50%

Jawaban : b. 20%



4. Ada seorang pasien laki2 berumur 50 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke bahu sampai lengan kiri, punya riwayat hiperkolesterol sejak 5 tahun yang lalu dan oleh dokter di diagnosis terkena angina. Obat apa yang tepat diberikan untuk pasien ini?

a. Isosorbid dinitrat
b. Bisoprolol
c. Nikardipin
d. Clopidogrel
e. Verapamil

Jawaban : a. Isosorbid dinitrat



5. Seorang pasien laki-laki 50 tahun. Tinggi badan 160 cm, berat badan 50 kg. Serum kreatinin 5 mg/dL. BUN 50 mg/dL. Tekanan darah 160 mmHg. Obat hipertensi yang tepat adalah…

a. Kaptopril
b. Diltiazem
c. Propranolol
d. Verapamil
e. Furosemide

Jawaban : a. Kaptopril


Sumber : Kumpulan Soal UKAI Lengkap

Baiklah semuanya mungkin cukup sekian dulu latihan soal UKAI kita saat ini. Semoga artikel dari ukomfaramsi.blogspot.com dengan judul yaitu Latihan Soal UKOM UKAI Apoteker Edisi 124 dapat membatu teman-teman dalam menghadai Uji Kompetensi Apokter maupun Asisten Farmasi atau Asisten Apoteker. Terimakasih atas kunjungannya, terus belajar disni karena kami akan sealu update latihan soal-soal ujian kompetensi dari blog ini ya. Sampai jumpa lagi semuanya.